Hi, teman GOCpay!
Code Vein II resmi memperluas semesta dark action RPG-nya dengan pendekatan yang lebih ambisius. Berlatar dunia masa depan di mana manusia dan Revenants hidup berdampingan, ancaman baru bernama Luna Rapacis mengubah para Revenant menjadi monster tak berakal yang dikenal sebagai Horrors. Sebagai Revenant hunter, pemain harus mencegah kehancuran dunia dengan melakukan perjalanan ke masa lalu bersama Lou, seorang gadis misterius dengan kekuatan manipulasi waktu.
Cerita Lintas Waktu yang Jadi Fokus Utama
Berbeda dari game pertamanya, Code Vein II menempatkan narasi lintas masa sebagai poros utama. Pemain akan menjelajahi masa kini dan masa lalu untuk mengubah takdir karakter Revenant tertentu, membuka sejarah yang terlupakan, serta mengungkap kebenaran di balik kehancuran dunia. Pendekatan ini memberi bobot emosional lebih besar, meski sebagian pemain berharap ceritanya terhubung langsung dengan akhir Code Vein pertama yang sempat menggoda sekuel.
Combat Intens dengan Sistem Build Baru
Dari sisi gameplay, Code Vein II tetap mempertahankan identitasnya sebagai action RPG yang menuntut observasi pola musuh dan penguasaan skill. Mekanik drain darah kembali menjadi inti pertempuran, kini dipadukan dengan sistem build yang lebih fleksibel untuk kustomisasi senjata dan kemampuan.
Sebagian reviewer memuji combat yang terasa solid jika dimainkan sesuai ritme Code Vein, bukan ala Souls-like klasik. Namun, ada juga kritik yang menyebut animasi terasa kaku, kamera kurang stabil, dan penempatan musuh yang terlalu mirip antara timeline masa lalu dan masa kini.
Partner Setia dan Dunia yang Diperdebatkan
Partner AI kembali hadir menemani perjalanan, masing-masing dengan kemampuan unik dan ikatan cerita tersendiri. Meski fitur ini sebenarnya sudah ada di game pertama, diskusi komunitas kembali ramai karena banyak pemain baru menganggapnya sebagai fitur “baru”.
Dari sisi visual, art style Code Vein II memicu perdebatan. Sebagian penggemar lama lebih menyukai gaya anime cel-shaded di seri pertama, sementara yang lain mengapresiasi pendekatan visual baru meski dianggap kurang konsisten.
Respon Komunitas Antara Antusias dan Kritis
Respons awal pemain terbilang beragam. Ada yang menikmati pengalaman bermain secara keseluruhan dan menyebut game ini “a blast”, terutama bagi penggemar seri pertamanya. Di sisi lain, kritik muncul soal jumlah cutscene yang berlebihan, performa teknis, variasi musuh, hingga harga yang dinilai cukup tinggi untuk genre ini.
Terlepas dari pro dan kontra, Code Vein II tetap menjadi salah satu rilisan action RPG yang paling diperbincangkan tahun ini, terutama bagi penggemar dunia gelap, cerita emosional, dan combat berbasis build. Buat kamu yang siap menjelajahi dunia Revenant, pastikan saldo aman dengan top up STEAM Wallet atau beli PlayStation Gift Card dengan mudah, termurah, dan terpercaya di GOCpay!
Beli voucher STEAM langsung disini:
Beli PlayStation Gift Card di sini:
Sudah punya akun GOC? Migrasikan di sini:
Belum punya ID GOC? Sign-up sekarang!
=================
Tempat top up game para gamers Indonesia yang mudah, murah, dan terpercaya di www.goc-pay.com






















































































































